Now Reading
Belum Tahu dan Coba Obligasi? Cari Tahu Dulu Disini Yuk

Belum Tahu dan Coba Obligasi? Cari Tahu Dulu Disini Yuk

Apakah kamu sudah punya rencana matang untuk masa depan? Atau hanya go with the flow aja? Jangan dong. Kini sudah bukan jamannya anak muda kelamaan berpenghasilan tanpa memikirkan masa depan. Manfaatkan uang masa mudamu untuk dapat hidup nyaman nantinya.

obligasi adalah

Ada banyak cara kok untuk berinvestasi, obligasi adalah salah satunya. Bentuk investasi ini tidak banyak dibahas seperti saham, reksa dana dan lainnya. Bahkan, fakta sesuai data Obligasi Negara Ritel (ORI),  ada peningkatan pembelian obligasi dari tahun ke tahun. Lalu apa sih daya tarik investasi ini? Yuk, cari tahu lebih lanjut penjelasannya.

Pengertian Obligasi 

Kalau bicara investasi pasti kamu kenal dong dengan saham, deposito atau reksadana. Nah, investasi dengan obligasi tidak sepopuler rekannya itu, namun bukan berarti sepi peminat. Yuk mulai dengan penjelasan obligasi adalah investasi seperti apa sih?

Mengambil dari kata bahasa Inggris “obligation” berarti tanggung jawab. Obligasi adalah surat yang dikeluarkan pemerintah atau perusahaan sebagai pernyataan utang yang memiliki berbagai tanggung jawab pelunasan. Ada tempo, bunga sampai diskon yang dibayarkan per bulan.

Dibandingkan investasi lainnya, obligasi ternyata lumayan aman loh. Suratnya memberikan jaminan pembayaran dan terlindungi secara hukum. Apa lagi kalau ambil obligasi pemerintah, dijamin aman deh. Terus bisa dipindahtangankan juga, jadi keuntungannya berlipat-lipat deh. Nah, lalu kalau sudah tertarik, langkah selanjutnya adalah tahu dulu bagaimana cara kerjanya. Pelajari mekanismenya, sesuaikan dengan kemampuan finansialmu.

Cara Kerja Investasi dengan Obligasi

Namanya surat hutang berarti memang kamu memberikan suntikan dana bagi yang membutuhkan. Alasan mengapa obligasi tidak terlalu populer adalah memang dikeluarkan kala dibutuhkan saja. Saat perusahaan atau pemerintah sedang bermasalah, maka mereka mengeluarkan obligasi. Berikut tata caranya.

1. Rilis Obligasi

Perusahaan atau pemerintah akan mengeluarkan obligasi saat butuh dana. Hal ini bisa lewat private placement (minta langsung sama donatur dan tidak diperjual belikan bebas), Cara lain bisa melalui lelang (mengeluarkan penawaran dan ambil yang paling tinggi) dan jaminan emisi (sindikasi yang memborong dan menjual kembali).

2. Rincian surat

Penerbit obligasi akan menentukan dana yang dibutuhkan dan rencananya. Nah, bisa dipastikan obligasi punya kekuatan mengikat dan detail banget.  Hal mulai jatuh tempo, besaran diskon dan nominal bunga, semua dibuat terperinci.

3. Penerbitan Obligasi

Cara dapat obligasi sesuai bagaimana obligasinya dikeluarkan. Kalau pakai lelang, kamu buat penawaran dan gambling deh. Penjaminan emisi atau underwriting adalah perusahaan yang memborong obligasi dan dijual lagi dengan investor umum. Perorangan akan lebih aman pakai jalan ini.

Karena ada badan yang menanggung resiko, walau berarti juga mereka ambil fee. Beda lagi dengan Penerbitan khusus atau private placement. Obligasinya langsung menargetkan pihak terpilih dan tidak dijual-belikan secara bebas.

4. Harga Obligasi

Mari kita cermati kalau mau beli obligasi harus punya modal berapa dulu nih. Obligasi atau bond kisaran nominal lembaranya ada yang USD 100, USD1000 dan seterusnya. Dengan bermodal 2 juta kamu sudah bisa loh, punya obligasi. Tidak setinggi deposito yang kisarannya 10 sampai 8 juta kan. Atau menanam saham dan main reksadana.

Bagaimana sudah jelaskan kalau obligasi adalah jenis investasi yang punya banyak keuntungan. Jadi jangan antipati dengan istilah “surat hutang” ketahui dengan jelas pengertian, mekanisme dan keuntungannya. Nah, mau punya investasi dengan bentuk obligasi? Pahami dulu jenis-jenisnya.

Jenis-Jenis Obligasi

Secara garis besar ada dua obligasi, pemerintah dan perusahaan umum. Kalau Surat Utang Negara (SUN) adalah keluaran negara. Kapan dikeluarkannya? Biasanya kala defisit APBN perlu suntikan dana. Perusahaan umum bisa mengeluarkan obligasi melalui Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

Surat hutang keluarannya punya beberapa jenis. Semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ya, namanya juga investasi memang harus dilakukan dengan cukup pertimbangan. Coba lihat bahasan jenis obligasi sebagai berikut.

1. Obligasi Pemerintah 

Dana APBN Pemerintah saat-saat tertentu butuh bantuan pihak lain. Melakukan investasi obligasi melalui Kementerian Keuangan adalah cara paling aman untuk berinvestasi. Kan, obligasi kamu dijamin oleh negara.

2. Obligasi Tabungan

Bagi kamu yang ingin mulai investasi kecil-kecilan, mulai dengan obligasi tabungan. Investasi ini dapat dibeli oleh individu dengan nominal rendah agar banyak yang bisa memiliki obligasi walau nominal kecil.

3. Obligasi Suku Bunga Tetap

Obligasi dengan jumlah suku bunga tetap. Kamu bisa tenang dengan nominalnya yang stabil dan tidak ada perubahan sampai tuntas terbayarkan.

4. Obligasi Suku Bunga Mengambang

Suku bunga berdasarkan indeks pasar uang. Angkanya tidak tetap dan bisa berubah kapan saja.

5. Obligasi Tanpa Bunga

Obligasi minus bunga. Jadi obligasi yang diperoleh berfokus untuk melunasi hutang tanpa tambahan.

6. Obligasi Inflasi

Mengacu nilai pokok pada inflasi. Umumnya suku bunga lebih rendah dari obligasi suku bunga tetap.

7. Obligasi Korporasi

Nilai pengembalian paling tinggi karena lebih beresiko. Dikeluarkan perusahaan jadi lebih beresiko dari pada keluaran pemerintah.

Obligasi adalah satu dari banyaknya opsi kamu untuk berinvestasi. Tetap ya, semua ada resiko dan keuntungan. Pahami benar-benar jenis obligasi yang kamu pilih. Kan, bisa jadi jaminan hidup di masa depan loh. Kamu bisa memiliki obligasi dan mengambil keuntungan sesuai besarnya nominal yang kamu berani untuk pertaruhkan.

View Comment (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top